"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)
Semua telah menjadi ketentuan. tidak terkecuali. tidak ada satu biji dzarrah-pun yang lepas dari pengawasanNya. dan tidak ada satu tetes airmatapun bersama doa yang sepenuh yang tidak dilihat dan didengarNya. Maka dengarlah seru hatiku yang telah bertasbih atas namaMu, Tuhan. Hati yang sempat terseok di kelana hidup. hati yang jua tertambat di sekeping hati lainnya. " Berikanku ketetapan hatiku atasMu sahaja, dan tetapkan kecondonganku pada kebenaran dan pilihan-pilihan yang benar ". Berilah pada hati kejernihan. Bersanding hidup dengan kenyataan-kenyataan pahit yang harus kita hadapi, dan kita terima. Keikhlasan. itu kunci, dan dengannya kita akan berupaya bahagia. Dengan, ataupun tanpa. Mungkin ini jawaban dari do'a yang berulang kali kita laungkan kehadiratNya : "Berilah yang terbaik bagi kami ... :"
Semoga, karena Dia lebih tahu apa yang terbaik bagi kita.
Dan semoga tak ada siksa yang mendera dan membawa ragu...
About Me
- bangimad
- Jakarta, Indonesia
- .... Imad adalah sebuah nama, untuk insan yang mencari hakekat kediriannya, untuk "menjadi" imad sebagaimana ia seharusnya menjadi... Suatu ketika aku bertanya pada bundaku tentang arti dari nama yang diberikan padaku,,imaduddin memiliki makna filosofis dan historis. secara filosofis, imad adalah cita dan harapan agar kelak menjadi penyokong kesabaran orangtua melalui ibadah shalat dengan sepenuh kesujudan padaNya. secara historis, nama imaduddin dinisbatkan pada seorang tokoh bersejarah, 'Imaduddin Zanky. guru dan mentor Mujahid shalahuddin Al-Ayyubi. Beranjak remaja kumulai mengenal seorang tokoh "penghijauan" kampus di Indonesia, Bang 'Imad (Alm), yang dengan sepenuh jiwa memenuhi panggilan nurani dan hak Tuhan padaNya untuk berjuang...semoga aku menjadi yang berikutnya. Maka, Bang 'Imad ini sekarang sedang dalam becoming process menjadi dirinya. Aku dianugerahi dua adik yang cantik2, Zuhruf dan Sifa, kami lahir dan dibesarkan oleh pasangan dua orangtua yang kami takzimi; Abah kami, Muh. Idris ABHAS dan Ummi, Rohindah. mereka berdualah yang pantas mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat yang tiada terputus atas setiap keringat untuk mendidik kami, menemukan Tuhan