Lelaki di titik NOL

" ... Aku masih ingin lagi membangun mimpi-mimpi yang sempat terserak dalam pelarian eksistensi yang melelahkan. Titik tertinggi, zenith itu hampir saja membunuh, membuat kaki dan tangan ku terhenti seolah aku adalah mati. Terbuai sepoi angin melenakan, dan jika saja kuperturutkan hawaa, enggan rasanya turun dan kembali membumi. Sekarang saatnya, memulai dari Nol. Melihat kembali kemenangan dari sudut terbawah, memulai lagi mengepalkan tinju ke udara, menatap langit mimpi-mimpi, memancang kuat dalam tatapan yang takkan lepas. Dan, melompatlah lagi, di puncak tertinggi, zenith itu ... "

Solo dibatas pagi, 01.56 wib
Medio Januari 2008

0 Comments:

Post a Comment




 

Blog Template by Adam Every. Sponsored by Business Web Hosting Reviews