Cinta dan Kerisauan

Bagi dia, bagi pejuang. Hidupnya adalah sebuah kerisauan dengan bekalan keyakinan. Kerisauan adalah kemandegan yang hidup diantara dentuman atom-atom yang membuka jalan bifurkasi hingga kian mendekat nyata. tak lagi fatamorgana, apatah lagi keniscayaan mustahil. Kerisauan adalah modal hingga tangan siap berpeluh dan kaki tak segan berlumpur. Sesampai diujung kepalanyapun dipertaruhkan, Kerisauan adalah modal niscaya ...

Cinta, bagi pejuang adalah lirik harmonis yang mengalun dari ragam corak instrumen yang dimainkan orkestra kehidupan. Berpadu bersama pendar cahaya kudus dan semilir angin perubahan. Melodinya indah, cantik, mengayunkan hati pejuang menuju elaborasi citanya. Tidak seperti halnya babi jantan pada betinanya, bukan semata kumbang pada kembang bermadu. Ianya adalah akumulasi getar jiwa yang mencapai klimaksnya, Cinta dengan demikian adalah modal niscaya pula ...

Risau dan Cinta adalah istilah yang berbeda, namun tak salah bila keduanya bertemu di dermaga cita-cita, setelah berangkat melewati perjalanan dari panjang pantai jiwa. Risau ada karena kita bercita-cita, pada akhirnya risau menemukan geraknya karena getar cinta pada yang dirisaukannya.

Risau dan cinta adalah karakter khas pemimpin besar, sebagaimana 'Umar Ibnul Khattab dan juga cicitnya; 'Umar Ibnul Azis. Pemimpin yang telah paripurna kualitas kepemimpinannya; dengan risau dan cinta. Adakah kita mewarisi keduanya ?


Ahad, dini hari.
Prenjak belum terjaga, tinggal rintik kecil dari langit yang bersuara...
kota Bahari, 05/02/2006

3 Comments:

  1. Anonim said...
    mad cinta-cinta....
    wah- wah dirimu makin romantis ajah...
    hebat nian....sudah temukan pelabuhan dari penjelajahan cintamu????
    okay...
    see ma blog..
    obed_banget.byethost13.com
    jangan lupa tinggalin komen
    Open Your Mind With Islam said...
    ya seorang pemimpin Islam dia tidak punya takut, ia selalu bersedia dan tanggungjawab,bijak dalm berkata.serta ia pun cintanya hanya untuk Allah semata dan Risaunya ketika ia memikirkan umat.."apakah umat ku sudah cukup dg ilmu yg diberikan?pahamkah?dan kebangkitan mereka terhadap Islam adakah?" inilah yang dipikirkan.Cos mengurusi Umat yang telah diamanahinya dari Allah SWT, untuk mendidik dan bersama2 menerapkan SyariatNya. tentunya inilah yng dimiliki sifat seorang muslim.
    Anonim said...
    keidealisan hidup akan terasa, jika kita sudah menemukan sejatinya cinta. cinta itu bertaut menadah ke pada SAng Maha Baik.cita-citapun jadi saksi bahwa memamg sejatinya cinta itu dipertautkan. walau risau menyapa, kenikmatan pasti akan terkreasikan. surga pengharapan muncul dengan sendirinya. surga-surga yang dihasilkan kemudian, semakin membuat kita semakin cinta dan risau.ya, pokoke nIkmatilahhhh.... :) :)

Post a Comment




 

Blog Template by Adam Every. Sponsored by Business Web Hosting Reviews